WELCOME BLOGGERS

Terimakasih anda telah mengunjungi blog kami. Semoga ada manfaatnya.

Minggu, 01 November 2009

Tips dan Trik Bagaimana Membuat Anak Suka Belajar

Tips dan Trik Bagaimana Membuat Anak Suka Belajar

Beberapa tips di bawah ini sangat menentukan dan efektif diterapkan supaya anak suka belajar :
    BXP46562
  1. Suasana yang menyenangkan adalah Syarat mutlak yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.
  2. Membuat Anak senang belajar adalah jauh lebih penting daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.
  3. Kenali tipe dominan Cara belajar anak apakah tipe Auditory (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), Visual (melihat) ataukah Kinesthetic (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal.
  4. Belajar dengan Jeda waktu istirahat setiap 20 menit akan Jauh lebih efektif daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.
  5. Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi Sangat antusias dan semangat untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari anak sesuai dengan perkembangan anak . Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.
Catatan Redaksi:
Artikel ini telah diterbitkan di Buletin Komite Sekolah TKIT/SDIT Full Day School Nur Hikmah
Pondok Gede, BEKASI

Bagaimana membicarakan narkoba kepada anak?

Bagaimana membicarakan narkoba kepada anak?


Baru-baru ini kita dikejutkan adanya coklat berisi narkoba yang dikonsumsi secara tidak sengaja oleh beberapa orang anak TK. Akibatnya, anak-anak tersebut harus menginap di rumah sakit beberapa hari. Meskipun kini mereka telah kembali ke rumah, tapi pengobatan perl dilanjutkan dalam hal ini merupakan masa pemulihan. Menurut salah seorang psikiater khusus narkoba, mereka dianjurkan menjalani beberapa terapi dan sesi konsultasi agar efek dari sisa narkoba dapat benar-benar hilang dari tubuhnya.
Melihat kenyataan yang terjadi sekarang ditambah tak seorang pun bisa kebal terhadap narkoba maka perlu adanya suatu bentuk tindakan pencegahan. Kita perlu lho memperkenalkan soal narkoba kepada anak-anak sebelum mereka mendapatkan informasi yang salah dari sumber yang tidak bertanggungjawab. Membahas soal narkoba juga tentunya diberikan dengan bahasa yang bisa dimengerti mereka sesuai usia dan perbendaharaan kosa katanya. Yuk kita simak kiat-kiatnya….

Usia pra sekolah – usia 7 tahun

Pada usia ini, mulailah dengan hal sederhana, seperti pada saat anda memberinya obat ketika ia sedang sakit atau anggota keluarga yang lain. Ceritakan apa manfaat dan efek samping obat tersebut terhadap tubuh kita. Atau ketika anda dan si kecil melihat papan reklame rokok di jalan atau di TV, jelaskan padanya apa itu rokok, nikotin, dan bagaimana pengaruh buruk rokok atau jenis narkoba lainnya. Ada baiknya anda observasi dulu dan membekali diri dengan informasi tersebut sebelum menghadapi keingintahan si kecil.

Usia 8-12 tahun

Seiring pertambahan usianya, anda bisa memulai diskusi dengan menanyakan pendapat anak tentang narkoba. Ajukan pertanyaan secara terbuka, tidak memihak, dan lebih kepada meminta perhatiannya.
Anak-anak usia ini biasanya masih suka membicarakan hal-hal seputar perasaan mereka. Pertahankan hubungan ini agar semakin meningkat usianya dia tetap terbuka pada anda.
Meskipun pertanyaan yang anda ajukan atau jawaban yang dia berikan belum merupakan suatu kesimpulan dari diskusi, its okay, yang penting dia merasa yakn bahwa anda orang yang tepat untuk diajak berbicara dan bisa diandalkan olehnya saat ia memerlukan bantuan di kemudian hari.
Selain itu, jadikan berita yang sedang hangat-hangatnya atau sebuah perhelatan akbar olahr sebagai ajang diskusi, seperti jeis pertandingan, atletnya, larangan doping, dan lain-lain.
Usia 13-17 tahun
Pada usia ini, anak sudah muncul keingintahuan dan perduli kepada orang lain yang memakai alkohol atau narkoba. Bagaimana pengaruhnya terutama bila si pemakai sedang mnegendarai kendaraan. Ungkapkan pula konsekuensi yang harus dihadapi yaitu penjara atau bahkan kematian.

sumber : dokter.com

Bagaimana cara bicara Seks kepada Anak

Bagaimana cara bicara Seks kepada Anak

Orangtua perlu memberi penjelasan seputar masalah seksualitas kepada anak sesuai perkembangan usia. Berikut tips dari psikolog Clara Kriswanto dari Jagadnita Consulting yang diberikan daam acara bincang-bincang bertopik Bicara Seks pada Anak, di Jakarta akhir November lalu.

Usia 0-3 tahun

* Bantu mereka merasa nyaman dengan tubuhnya.
* Sentuh dan dekaplah anak agar merasakan kasih saying.
* Ajarai perbedaan anatomi tubuh pria dan perempuan.
* Jeaskan secara sederhana proses tubuh, seperti melahirkan dan hamil.

Usia 4-5 tahun

* Ajari nama yang benar dari bagian tubuh dan fungsinya.
* Jelaskan bagaimana bayi bisa berada dalam kandungan ibu.
* Dukung anak agar datang kepada orangtua untuk bertanya mengenai seks.

Usia 6-8 tahun

* Berikan informasi mendasar tentang permasalahan seksual.
* Beritahukan tentang perubahan yang akan dialami bila menginjak pebertas.

Usia 9-12 tahun

* Bantu mereka memahami masa pubertas.
* Bantu mereka memahami: walaupun secara fisik sudah dewasa, tetapi aspek kognitf dan emosional masih beum dewasa untuk berhubungan intim.
* Beri mereka pemahaman bahwa banyak cara untuk mengekspresikan cinta, tanpa perlu melakukan hubungan intim.

Usia 13-17 tahun

* Ajarkan tentang nilai-nilai keluarga dan agama.
* Sampaikan bahwa ada berbagai cara untuk mengekspresikan cinta.
* Diskusikan tentang perilaku seks yang tidak sehat dan terlarang.

Saat anak bertanya tentang seks

* Orangtua perlu peka terhadap bahasa mereka tetapi juga memberikan istilah yang sesuai.
* Terangkan kepada anak arti kata yang didengarnya dari media atau orang lain.
* Dengarkan dulu anak bicara. Pahami maksud mereka tentang seks.
* Hargai sudut pandang anak.
* Jawab dengan jujur dan jangan ditunda.
* Jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat.
* Jawab pertanyaan dengan sederhana tetapi tepat.
* Akui bila tidak tahu jawabannya.
* Gunakan setiap kesempatan untuk diskusi.

Harian Kompas, 9 Desember 2007

Seks Yang Aman Selama Kehamilan

Seks Yang Aman Selama Kehamilan

Selain perubahan fisik, wanita yang sedang hamil biasanya memiliki perubahan kebutuhan akan perhatian dan keintiman dalam hubungan dengan pasangannya.  Dari sisi emosianal, wanita hamil lebih sensitif, dan keintiman sudah bisa mereka rasakan lewat sentuhan atau sekedar bicara berdua dengan pasangan di tempat tidur sambil berpegangan tangan, meski begitu hubungan seks sama sekali tidak dilarang selama masa kehamilan.

Berikut rambu-rambu yang perlu Anda ketahui untuk melakukan seks yang aman ketika hamil :

    kehamilan
  • Posisi woman on top atau menyamping adalah posisi yang nyaman untuk wanita hamil.
  • Sebelum melakukan penetrasi yang dalam, yang harus diutamakan adalah kenyamanan dan kebebasan ibu hamil.
  • Penggunaan benda asing di sekitar vagina atau alat bantu seks, sebisa mungkin dihindari.
  • Rasa pengertian, empati, kreatifitas dan humor adalah aspek yang sebaiknya ada ketika melakukan hubungan seksual pada saat kehamilan.
  • Kapan pun, ibu hamil berhak mengatakan ’Tidak’
  • Jika kehamilannya memiliki resiko tinggi, penetrasi dan orgasme sebaiknya dihindari sampai dokter menyatakan aman. Rangsangan melalui puting juga harus dihindari pada kondisi kehamilan seperti ini.
  • Hindari penetrasi jika air ketuban bocor atau pecah.
  • Kontak seksual dalam bentuk apa pun harus dihindari jika ibu hamil atau pasangannya telah terkontaminasi atau terkena virus HIV. Gunakan kondom jika memang tetap ingin melakukan aktivitas seksual.
Sumber : balita-anda.com

Mengatasi Kerontokan Rambut Cara Rudy Hadisuwarno

Mengatasi Kerontokan Rambut Cara Rudy Hadisuwarno

Dalam siklus pertumbuhan rambut yang normal, menurut penata rambut Rudy Hadisuwarno, seseorang bisa kehilangan 50-80 helai rambut setiap hari.
Hal itu, tambahnya, adalah hal yang alami dan wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi jika Anda kehilangan lebih dari 80 helai rambut setiap hari, mungkin Anda mengalami kerontokan rambut, dan perlu melakukan perawatan khusus.
Berikut ini, Rudy Hadisuwarno menyebutkan penyebab dari kerontokan rambut:
  1. Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh faktor genetik (keturunan).
  2. Atau, mungkin saja, Anda alergi terhadap cat rambut. Sebaiknya sebelum mencat rambut, cat rambut diuji      terlebih dulu dengan mengaplikasikan pada tangan dan dibiarkan untuk beberapa waktu.
  3. Beberapa ibu mengalami kerontokan rambut setelah melahirkan
  4. Rambut sebaiknya dalam keadaan kering dan tidak lembap, oleh karena itu tidak disarankan untuk memakai helm dan topi untuk jangka waktu yang lama.
  5. Stres juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab kerontokan rambut.
Rudy Hadisuwarno juga memberikan tips untuk membantu mengatasi kerontokan rambut:
  1. Mencegah kerontokan rambut selagi rambut masih sehat dan kuat, dengan secara rutin melakukan hair spa, hair masker, creambath, memakai hair tonic, dan menggunakan shampo dan kondisioner yang sesuai dengan jenis rambut Anda.
  2. Jika Anda sudah mengalami kerontokan rambut, tips berikut ini dapat membantu Anda untuk menumbuhkan kembali rambut Anda.
  3. Lakukanlah creambath, minimal dua minggu sekali
  4. Keramaslah minimal dua hari sekali dengan menggunakan shampo yang sesuai dengan jenis rambut Anda, dan setelah keramas gunakan kondisioner.
  5. Gunakanlah hair tonic yang sesuai dengan jenis rambut Anda.
Sumber : http://id.88db.com/id/Knowledge

Dalam siklus pertumbuhan rambut yang normal, menurut penata rambut Rudy Hadisuwarno, seseorang bisa kehilangan 50-80 helai rambut setiap hari.
Hal itu, tambahnya, adalah hal yang alami dan wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi jika Anda kehilangan lebih dari 80 helai rambut setiap hari, mungkin Anda mengalami kerontokan rambut, dan perlu melakukan perawatan khusus.
Berikut ini, Rudy Hadisuwarno menyebutkan penyebab dari kerontokan rambut:
  1. Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh faktor genetik (keturunan).
  2. Atau, mungkin saja, Anda alergi terhadap cat rambut. Sebaiknya sebelum mencat rambut, cat rambut diuji      terlebih dulu dengan mengaplikasikan pada tangan dan dibiarkan untuk beberapa waktu.
  3. Beberapa ibu mengalami kerontokan rambut setelah melahirkan
  4. Rambut sebaiknya dalam keadaan kering dan tidak lembap, oleh karena itu tidak disarankan untuk memakai helm dan topi untuk jangka waktu yang lama.
  5. Stres juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab kerontokan rambut.
Rudy Hadisuwarno juga memberikan tips untuk membantu mengatasi kerontokan rambut:
  1. Mencegah kerontokan rambut selagi rambut masih sehat dan kuat, dengan secara rutin melakukan hair spa, hair masker, creambath, memakai hair tonic, dan menggunakan shampo dan kondisioner yang sesuai dengan jenis rambut Anda.
  2. Jika Anda sudah mengalami kerontokan rambut, tips berikut ini dapat membantu Anda untuk menumbuhkan kembali rambut Anda.
  3. Lakukanlah creambath, minimal dua minggu sekali
  4. Keramaslah minimal dua hari sekali dengan menggunakan shampo yang sesuai dengan jenis rambut Anda, dan setelah keramas gunakan kondisioner.
  5. Gunakanlah hair tonic yang sesuai dengan jenis rambut Anda.
Sumber : http://id.88db.com/id/Knowledge

Makan Apa ketika Stress ?

Makan Apa ketika Stress ?

Sebagai seorang karyawan, setiap hari Anda berhadapan dengan rutinitas kerja, tantangan-tantangan baru dan deadline. Belum lagi ditambah dengan keharusan untuk bekerja sama dan menyelaraskan pendapat dengan rekan kerja dan atasan, yang mungkin punya latar belakang kepribadian dan sudut pandang yang berbeda. Kemampuan yang kurang untuk mengelola hal-hal tersebut diatas bisa memicu stress.
Stress yang tidak segera ditangani akan mengganggu produktifitas Anda sebagai seorang karyawan. Manajemen stress yang baik tidak hanya datang dari pengelolaan waktu dan load pekerjaan serta komunikasi yang baik dengan rekan dan atasan, tapi juga bisa dibantu dengan asupan makanan dan nutrisi yang seimbang.
Berikut adalah daftar makanan dan minuman yang sebaiknya Anda hindari demi mengelola stress.
  1. Kafein. Selain di kopi, kafein juga bisa ditemukan di teh, minuman bersoda bahkan di beberapa jenis minuman yang mengklaim bisa menambah stamina. Kafein melepaskan adrenalin yang pada akhirnya bisa meningkatkan tingkat stress. Konsumsi kafein secukupnya memang bisa membantu meningkatkan kewaspadaan, aktifitas otot, system syaraf dan jantung. Namun konsumsi kafein terlalu banyak mempunyai efek sama seperti efek yang ditimbulkan oleh stress berkepanjangan. Penelitian juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi kafein dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol. Jika Anda termasuk orang yang tidak bisa hidup tanpa kopi, mulai perlahan-lahan mengurangi konsumsi kopi Anda.
  2. Makanan tinggi lemak, dan dimasak dengan cara digoreng memberikan mempengaruhi sistem imun tubuh manusia. Stress sendiri sudah mempengaruhi imunitas manusia, sebaiknya Anda tidak memperparahnya dengan mengkonsumsi makanan tinggi lemak.
  3. Makanan yang terbuat dari lemak hewani. Makanan yang berprotein tinggi merangsang tubuh untuk memproduksi dopamine dan norepinephrine. Keduanya sering diasosiasikan dengan tingkat kecemasan dan stress.
Berikut adalah tips tentang asupan makanan di kala stress.
  1. Makanan yang kaya akan mineral dan vitamin. Sumber terbaik adalah buah-buahan dan sayuran segar dan tidak mengalami proses berkali-kali. Jus dan salad dengan minimal dressing bisa menjadi pilihan.
  2. Konsumsi lemak baik seperti minyak zaitun, alpukat dan kacang-kacangan.
  3. Stress bisa meningkatkan tekanan darah dan lipid sehingga Anda harus memperhatikan kesehatan jantung Anda. Usahakan untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan salmon, tuna dan flaxseed yang mengandung lemak baik omega 3 yang baik bagi kesehatan jantung.
  4. Perbanyak minum air putih. Air membantu untuk mendetoksifikasi tubuh dari racun dan membantu menyerap nutrisi.
  5. Makan dengan porsi kecil namun dengan frekuensi lebih sering. Hal ini membantu tubuh untuk mencerna makanan dan menyiapkan tubuh menghadapi stress.
Sumber : http://id.jobsdb.com/ID/EN/V6HTML/JobSeeker/Resources/afterwork/health/pemicu_stress.htm